Kopi telah menjadi minuman yang dianggap penting bagi sebagian besar penduduk di seluruh dunia. Baik sebagai teman nongkrong maupun teman di perjalanan, minuman ini telah menjadi sahabat bagi para penikmatnya. Seperti yang kita ketahui, kandungan kafeinnya yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang secara kontinyu mengonsumsinya.

Namun, ada banyak kesalahpahaman di luar sana mengenai kadar kafein yang ditemukan dalam berbagai jenis minuman kopi. Tidak terkecuali minuman kopi dingin yang dengan cepat menjadi semakin populer di seluruh dunia yang biasa disebut dengan Cold Brew

Dilansir dari perfectdailygrind.com, ada 2 pakar cold brew coffee yang memberi pemahaman lebih jauh mengenai jumlah kadar kafein yang terkandung di dalam minuman dingin tersebut dan juga bagaimana cara menakarnya jika dibandingkan dengan metode seduh lainnya.


BAGAIMANA PROSES PEMBUATAN COLD BREW?

Sementara para konsumen telah akrab dengan es kopi (kopi yang diseduh lalu ditambah dengan es batu), ada minuman kopi dingin lain yang menawarkan pengalaman sensorik yang sangat berbeda. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Cold Brew Coffee pasti sudah tidak terdengar asing lagi. Untuk membuatnya, ada dua metode utama yang sering digunakan yakni teknik perendaman (Immersion) dan tetesan dingin (Cold Drip).

Perendaman merupakan teknik dimana kopi bubuk direndam dalam air dingin atau suhu kamar selama 18 hingga 24 jam. Gilingan yang tepat untuk teknik ini adalah medium to coarse. Kopi tersebut dapat didiamkan saja di atas meja atau dimasukkan ke dalam lemari es. Setelah proses selesai, ampasnya kemudian disaring. Jika kita memiliki French Press atau teko di rumah, maka teknik ini siap untuk dicoba.

Berbeda dengan teknik perendaman, metode tetesan merupakan teknik seduh menggunakan alat khusus yang didesain untuk membuat cold drip. Alat khusus ini biasanya terdiri dari dua tabung utama. Tabung pertama berada di bagian atas sebagai penampung air dingin yang kemudian akan menetes di atas kopi bubuk. Tabung tersebut juga memiliki tuas yang dapat mengatur kecepatan air yang menetes. Di bagian tengah ada wadah kaca yang digunakan untuk menaruh bubuk kopinya. Tabung kedua berada di bagian bawah untuk menampung kopi dingin yang menetes. Teknik ini biasanya memakan waktu selama kurang lebih 8 jam. Gilingan yang tepat untuk teknik ini umumnya adalah coarse/ kasar.




LEVEL KAFEIN DALAM COLD BREW COFFEE

Dilansir dari perfectdailygrind.com, Raymond Buerger, pendiri dan CEO Brew Bomb, produsen peralatan pembuat cold brew di Colorado, AS menjelaskan bagaimana kadar kafein dalam kopi bervariasi tergantung pada berbagai faktor. Beberapa diantaranya adalah varietas, iklim tempat kopi tersebut ditanam, dan jenis seperti contohnya biji kopi robusta mengandung kafein hampir dua kali lipat dibandingkan dengan arabika.

Matt Swenson, Direktur Kopi di Nestle Partners, mengatakan bahwa proses pemanggangan tidak memecah kafein, sehingga aman untuk mengasumsikan bahwa profil sangrai tidak memiliki efek pada jumlah kafein dalam secangkir kopi.

Pernyataan Matt Swenson tersebut disetujui oleh Raymond yang mengatakan bahwa kafein bertahan dari perubahan suhu yang dipengaruhi oleh proses pemanggangan, jadi jumlah kafein yang tersedia sama di semua profil sangrai. Sehingga faktor kunci pengaruh lainnya adalah rasio kopi dengan air dalam proses pembuatan cold brew.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kandungan kafein dalam cold brew ditentukan oleh rasio dan konsentrasi pembuatannya bukan profil sangrai atau metode pemrosesan biji kopi yang digunakan.




PERKEMBANGAN COLD BREW COFFEE SAAT INI

Karena mampu memberikan rasa yang ringan dan segar, itulah mengapa cold brew coffee kini menjadi sangat populer di specialty cafe di seluruh dunia sebagai minuman ready to drink atau siap minum. Selain itu, fakta bahwa cold brew sangat mudah diproduksi juga membuat para pecinta kopi mampu membuatnya sendiri di rumah. 

Selain itu, sensasi rasanya yang ringan, manis, smooth dengan sedikit rasa pahit dan asam, menjadikan cold brew sebagai dasar yang sempurna dalam membuat koktail, mocktail, dan minuman kopi dingin lainnya.

Terlepas dari kesalahpahaman tentang kandungan kafeinnya, cold brew terus berkembang pesat di berbagai pasar, termasuk di kalangan milenial. Ini adalah salah satu minuman kopi yang tumbuh paling cepat dengan peningkatan rata-rata 4,6% dalam statistik konsumsi dari tahun ke tahun.



Buat teman-teman yang ingin merasakan sensasi cold brew yang menyegarkan ini, bisa langsung mendarat di Strada Coffee atau pesan melalui online store kami. Selamat mencoba!

#hirupseruputberbagi #kopiterbaiknusantara #stradacoffee #coldbrew