Beberapa waktu yang lalu, kita telah berkenalan dengan beberapa proses pasca panen kopi yakni dry process yang terdiri dari proses natural dan honey serta wet process yang terdiri dari full washed dan semi washed. Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam mengenai kopi yang diolah secara honey process dan menilik bagaimana rasa dan keunggulannya.

Seperti yang telah kita ketahui, honey process merupakan metode pasca panen kopi yang dikeringkan bersama lapisan lendirnya yang memiliki kandungan gula dan asam. Proses yang juga sering disebut dengan pulp natural ini pertama kali diperkenalkan oleh para petani kopi di Brazil namun saat ini proses tersebut juga kian populer di tanah air. Karena dikeringkan bersama dengan lapisan lendirnya yang kemudian diserap oleh biji kopi, cita rasa yang dihasilkan pun adalah sweetness yang tinggi dengan tingkat keasaman seimbang. Perbedaan jumlah lendir yang masih menempel membuat biji kopi yang telah dikeringkan melalui proses ini dibagi menjadi tiga warna yakni Yellow (25% lapisan lendir dan memakan waktu kurang lebih 8 hari), Red (50% lapisan lendir dan memakan waktu kurang lebih 12 hari), dan Black Honey (100% lapisan lendir dan memakan waktu kurang lebih 30 hari). Dengan begitu, Black Honey pun memiliki rasa yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan 2 lainnya.

Salah satu biji kopi yang diproses dengan honey process pulp natural ini adalah kopi Arabica Argopuro Krucil, Probolinggo dari Jawa Timur. Ditanam di ketinggian 1500 mdpl, biji kopi ini mampu menghasilkan rasa buah berriesorange serta raisin dengan sensasi yang menyegarkan.




Bagi teman-teman yang ingin mencoba dan menikmati kopi Argopuro kini telah tersedia di Strada Coffee. Kopi edisi spesial 'Red Berries' ini hanya tersedia sebanyak 40 pak dan telah launching pada 20 Mei 2021 kemarin. Sebelum kehabisan, yuk diorder duluan. Nikmati juga harga promo hingga akhir bulan! 

Stay Safe! Stay Healthy!

#hirupseruputberbagi #ingatkopiingatstrada #stradacoffee #kopiterbaiknusantara #honeyprocess #kopiargopuro