Tahukah kamu? Menurut sebuah sumber, kualitas kopi di tentukan dari 60% pada saat di kebun, 30% saat di-roasting dan 10% saat diseduh. Sehingga, proses penanaman hingga pasca panen pada biji kopi merupakan tahap paling penting dan memiliki pengaruh yang paling besar. Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang 2 metode yang secara umum digunakan saat memanen biji kopi yakni metode kering dan basah, kali ini kita akan mengulik lebih lanjut mengenai macam-macam proses 'pencucian' kopi tersebut. 

Yang pertama, kita akan berkenalan dengan proses yang masuk ke dalam metode pasca panen dry process. Mari kita lihat! 

Natural Process

Proses yang sudah tak asing lagi ini adalah proses pasca panen biji kopi yang benar-benar dilakukan tanpa menggunakan mesin dan air (diproses secara alami/natural). Seusai ceri kopi yang telah lolos sortir dipetik, buah tersebut langsung dijemur di atas papan pengering bersama dengan lapisan kulitnya di bawah sinar matahari. Buah ceri tersebut kemudian dibolak-balik secara berkala agar kering merata. Dengan proses ini maka buah ceri akan terfermentasi secara natural dan kulit luarnya pun akan terkelupas dengan sendirinya. Proses ini banyak diterapkan oleh para petani di Indonesia karena caranya yang sederhana. Namun meski terbilang simple, proses ini juga cukup rawan risiko karena sangat mengandalkan cuaca. Jika tidak ada hujan, proses pengeringan ini dapat memakan waktu hingga 4-6 minggu.

Rasa yang dihasilkan dari biji kopi yang diproses secara natural biasanya sangatlah fruity atau memiliki cita rasa buah yang kuat seperti blueberry dan strawberry, dengan full body serta low acidity. 

Untuk metode wet process, beberapa proses pencucian kopi yang biasa digunakan adalah:

Full-Washed Process

Proses pencucian kopi yang pertama adalah Full-washed. Proses ini diawali dengan memasukkan ceri kopi ke dalam bak berisi air untuk menyeleksi buah yang telah matang dan yang belum. Ceri kopi yang telah matang akan tenggelam ke dasar bak, sedangkan yang belum matang akan mengapung. Proses perendaman ini dapat memakan waktu hingga 12 jam dengan penggantian air rendaman di jam ke-6. Kemudian, ceri kopi terpilih akan dijemur kurang lebih 3-4 minggu hingga kering. Karakter rasa yang dihasilkan oleh proses ini adalah kopi yang ringan dan mild.  

Semi-Washed Process

Seperti namanya, semi-washed process atau ‘wet-hulled process’ yang dalam Bahasa Indonesia biasa disebut dengan ‘giling basah’ merupakan metode pengolahan dengan mengkombinasikan proses natural dengan washed process (hybrid method). Pada proses awalnya, buah ceri yang telah matang dikelupas kulitnya dengan menggunakan mesin kemudian isinya dijemur di bawah sinar matahari. Setelah proses pengeringan selesai, biji kopi yang masih dalam keadaan berlendir kemudian disimpan selama kurang lebih 24 jam. Lalu, lendir yang masih melekat dicuci hingga bersih dan kembali dikeringkan. Biji kopi yang diproses dengan metode ini memiliki body yang cukup kuat dan sangat cocok untuk diolah menjadi espresso serta memiliki rasa manis yang lebih intens dengan asam lebih rendah.

Honey Process

Banyak yang mengira, jika honey process merupakan metode pengolahan biji kopi dengan menggunakan madu. Padahal tidak sama sekali. Jadi seperti ini penjelasannya. Ceri kopi yang telah lolos sortir kemudian dikupas namun tetap menyisakan lapisan lendirnya (mucilage) kemudian baru dikeringkan di bawah sinar matahari. Lapisan lendir tersebut yang menjadi kunci utama honey process karena menyimpan kandungan gula serta acidity sehingga rasa yang dihasilkan adalah manis yang tinggi dengan keasaman yang seimbang. Lapisan lendir yang lengket menyerupai madu tersebut membuat proses ini dinamakan honey process. Perbedaan jumlah lendir yang masih menempel membuat biji kopi yang melalui proses ini dan telah dikeringkan dibagi menjadi tiga warna yakni Red (50% lapisan lendir), Yellow (25% lapisan lendir), dan Black Honey (100% lapisan lendir).

Nah, setelah mengetahui beberapa metode pengolahan biji kopi, kini kita sudah mengetahui mengapa masing-masing kopi memiliki karakter body, rasa, aroma serta tingkat keasaman yang berbeda-beda. Kalau kamu lebih suka karakter rasa kopi yang seperti apa nih? Yuk temukan kopi favorit kamu di Strada Coffee pakai diskon dan promo sepesial lagi!

Stay Healthy, Everyone!