Pernahkah Anda berpikir dari mana kopi yang Anda nikmati berasal? Anda mungkin sudah tahu bahwa kopi merupakan tanaman yang buahnya dapat dikenali dari warnanya yang merah dan menyerupai buah ceri saat telah matang. Tetapi apa sih isi dari ceri kopi tersebut?

Tentu saja, ceri kopi ini memiliki bagian berbeda-beda yang nantinya akan mempengaruhi metode pemrosesan serta profil akhir dari kopi kita. Kopi yang sehari-harinya kita panggang terlebih dahulu, kemudian dihaluskan serta di-brewing awalnya merupakan bibit buah yang menghasilkan ceri kopi dan biji kopi merupakan bibit yang berada di dalamnya. Berikut anatomi buah ceri kopi:

Kulit Ceri/Skin/Pulp

Lapisan terluar ceri kopi yang mulanya berwarna hijau dan menjadi merah saat matang, rasanya pahit dan permukaannya tebal yang berfungsi melindungi ceri dari hama serangga dan penyakit.

Lapisan Lendir/Mucilage

Lapisan yang terasa lengket dan melekat pada kulit ceri bagian dalam dengan tekstur yang terkadang menyerupai anggur dengan rasa manis. Fungsinya adalah sebagai penyubur buah ceri sebelum matang.

Lapisan Perkamen/Parchment

 Lapisan yang melindungi biji kopi secara menyeluruh dan berfungsi sebagai pelindung biji kopi dari sinar matahari.

Lapisan Perak/Silverskin

Lapisan paling tipis dan letaknya paling dekat dengan biji kopi hijau.

Biji Hijau/Seed/Coffee Bean

Inilah bagian yang paling dicari-cari. Biasanya, satu ceri kopi akan berisi 2 biji hijau walau terkadang hanya berisi 1 saja. Biji hijau ini yang kemudian diolah untuk dijadikan minuman kopi yang nikmat.

Pohon kopi sendiri secara alami dapat tumbuh hingga lebih dari 30 kaki/9m. Namun, pohon yang lebih kecil justru mampu menghasilkan kualitas panen yang lebih baik dan hanya membutuhkan lebih sedikit lahan. Tergantung dari ragamnya, para petani kopi biasanya membutuhkan waktu 3-4 tahun hingga akhirnya pohon tersebut berbuah. Rupanya cukup lama ya? Selain itu, ada beragam jenis kopi dan bijinya yang masing-masing memiliki karakter berbeda-beda mulai dari ukuran, rasa, serta ketahanan terhadap penyakit yang bervariasi juga diantara beberapa faktor lain. Mulai dari awal proses penanaman hingga panen membutuhkan waktu yang panjang dan ketelitian agar biji kopi tersebut memiliki kualitas serta grade terbaik.

Bagaimana, sudah tidak penasaran lagi kan dari mana asal muasal biji kopi? Bagi yang awalnya mengira bahwa biji tersebut langsung muncul begitu saja berarti sekarang sudah lebih tahu ya? 


Sumber: perfectdailygrind.com